Pohon Tumbang di SMPN 1, TRC BPBD Langsung Turun ke Lokasi

Pojokkalteng.id – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya bergerak cepat melakukan penanganan darurat atas kejadian pohon tumbang di kawasan SMP Negeri 1 Murung Raya. Peristiwa ini terjadi setelah angin kencang melanda wilayah tersebut sejak pagi hari dan menyebabkan satu pohon besar roboh ke area halaman sekolah, Minggu (9/11/2025),
Setibanya di lokasi, petugas TRC segera melakukan asesmen awal untuk memastikan tingkat kerusakan dan potensi bahaya lanjutan. Kondisi pohon yang melintang di halaman sekolah dianggap cukup membahayakan aktivitas warga sekolah jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, proses penanganan langsung dilakukan sesuai standar operasional.
Dengan menggunakan alat pemotong, tali pengaman, serta perlengkapan keselamatan lengkap, petugas memulai proses pemotongan batang dan ranting pohon. Pembersihan dilakukan secara bertahap agar area sekolah dapat kembali aman dan bersih tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Kepala BPBD Murung Raya Fitrianul Fahriman menyampaikan bahwa penanganan cepat ini merupakan bentuk komitmen BPBD untuk selalu hadir dalam kondisi darurat. “Kami bergerak segera setelah menerima laporan. Keselamatan masyarakat, termasuk para siswa, adalah prioritas kami,” ujarnya.
Selain penanganan fisik, BPBD juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan area yang terdampak dapat dipastikan aman sebelum kegiatan belajar mengajar dilanjutkan. Pemeriksaan tambahan juga dilakukan untuk melihat apakah terdapat pohon lain yang berpotensi roboh.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun BPBD tetap memberikan imbauan agar pihak sekolah dan masyarakat sekitar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang sering terjadi pada musim peralihan.
BPBD Murung Raya menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat demi memastikan setiap kejadian darurat dapat ditangani secara optimal. “Kami akan terus siaga 24 jam untuk merespons segala bentuk ancaman bencana di Murung Raya,” tegas Fitrianul Fahriman. (USW/RK2)







